Kedudukan Dalam Masyarakat
Perempuan merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai daya tarik memikat serta penuh dengan misteri bagi lawan jenisnya. Keindahan tubuh dan rohaninya merupakan bagian yang mampu menarik hati dan menggoda iman kaum laki-laki. Sehingga tidak heran jika kaum laki-laki akan rela mengorbankan apa saja agar mampu menikmati dan memiliki keindahan tubuh seorang perempuan.
Namun tidak semua perempuan hanya menjadi objek dalam kehidupan di dunia, diantara mereka terdapat perempuan-perempuan yang justru menjadi pembangkit semangat bagi kemajuan kehidupan di dunia. Perempuan adalah bagian dari masyarakat yang berhubungan sangat erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat. Dalam keadaan krisis perekonomian, perempuanlah yang paling merasakan akibat dari krisis tersebut. Akan tetapi, dalam keadaan yang kritis, seringkali perempuan lebih mempunyai inisiatif, bangkit, dan menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk memperbaiki kondisi.
Dalam pandangan Gus Dur, peran dan posisi perjuangan perempuan adalah bersifat menyeluruh, sederhana, namun kompleks. Menyeluruh karena semua perempuan dapat memainkan peran dan posisi perjuangan masing-masing, sesuai dengan posisi dan batas kemampuannya. Apakah perempuan itu sebagai ibu, sebagai istri, tokoh, artis, pengusaha, semua bisa memainkan perannya dalam perjuangan. Dikatakan “sederhana” karena peran dan posisi perjuangan ini dimulai dari diri sendiri, rumah tangga, teman sepergaulan, setahap demi setahap sehingga mencapai lingkaran perjuangan yang lebih luas. Dan dikatakan “kompleks” karena peran dan posisi perjuangan yang semakin ini tetap harus mengadopsi wilayah bawahnya, yakni diri sendiri, rumah tangga, dan seterusnya, sehingga meskipun perempuan telah memainkan peran dan posisi tinggi dalam perjuangan, ia tetap harus melakukan peran dan posisinya pada diri sendiri, rumah tangga dan seterusnya sampai ke atas.
Pada zaman dimana Nabi Muhammad SAW masih hidup, perempuan mendapatkan kebebasan untuk ikut berperan dalam masyarakat. Siti Aisyah adalah salah satu contoh perempuan yang diakui kepandaiannya dalam masalah agama, Beliau termasuk golongan orang yang banyak meriwayatkan Hadist dari Rasulullah SAW. Kiprahnya Beliau di tengah masyarakat tidak diragukan lagi. Beliau sering kali ikut keluar Madinah untuk berbagai operasi peperangan.
Dan sepeninggal Rasulullah SAW, Siti Aisyah adalah guru dari para sahabat yang mampu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran Islam. Bahkan Beliau pun tidak mau ketinggalan utuk ikut dalam peperangan. Sehingga perang itu disebut dengan perang unta (jamal), karena saat itu Beliau naik seekor unta.