Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2014

PASANGAN JIWA (by: Katon Bagaskara)



Kadangkala aku bertanya di mana cinta berada
Tersembunyi tiada kunjung menghampiri
Dua angsa memadu rindu di danau biru bercumbu
Pagut sepi ku di sini letih hati

Begitu jauh waktu ku tempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan

Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana
Juga tengah menanti tiba saatnya

Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan

Begitu jauh waktu ku tempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan

Aku berharap…

Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan, kian menghilang

Biduk kecil hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan

10 Mei 2014

MY LIFE, MY STORY


Me and Family
Aku lahir pada tanggal 15 Juli 1985 sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Kakakku 2 perempuan (nomor 1 dan 3) dan 1 laki-laki (nomor 2). Papiku seorang wiraswasta dan Mamiku seorang ibu rumah tangga. Aku asli orang Jawa, kedua orang tuaku berdarah Solo – Jawa Tengah.
Dari lahir sampai kuliah S1, aku tinggal di Solo bersama keluarga. Lulus kuliah, aku melanjutkan S2 dan bekerja di Jogja. Aku tinggal bersama kakak sulungku. Weekdays aku di Jogja dan weekend pulang ke Solo. Selama masih memiliki orang tua, kewajibanku adalah berbakti dan menemani mereka selagi aku masih bisa.

Me and Life
Aku orang yang tertutup, terutama untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Aku bukan tipe orang yang mudah untuk membuka diri kepada orang lain. Dari sahabat-sahabat dekat yang aku miliki, hanya satu-dua yang benar-benar tau tentang kehidupan pribadiku. Karena bagiku itu adalah privasi. Aku lebih suka menyimpan kisah hidupku untuk diriku sendiri.
Seperti manusia lainnya, aku punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihanku biar orang lain yang menilainya sendiri. Kalau kelemahanku itu moody, pelupa, kaku untuk hal-hal tertentu, dan tidak mudah memulai komunikasi dengan orang baru.
Hobiku ada banyak: membaca, menyanyi, nonton film, memasak, mendengarkan lagu, jalan-jalan, dan menulis. Aku tidak bisa lepas dari musik, setiap hari pasti mendengarkan lagu. Lagu yang sering aku dengarkan pop dan instrument, tapi RnB dan jazz kadang juga jadi pilihan. Kalau buku kesukaanku adalah novel, agama, dan pengembangan diri, tapi belakangan mulai sering baca tentang motivasi juga. Sedangkan film kesukaanku drama dan action, serial drama Korea juga suka.
Aku paling betah di rumah. Tempat favoritku adalah kamar dan dapur. Di kamar aku bisa baca, nulis, nonton film, dengerin lagu, atau santai. Kalau di dapur aku bisa bereksperimen masak atau bikin roti, mulai dari sekedar coba-coba sampai yang serius bikin.

4 Februari 2014

MUNAJAT CINTA AINA



Begitu hening, hampir tidak ada suara di sekeliling. Suasana di dalam kamarnya sangat tenang. Hanya terdengar gerakan anggota tubuhnya yang sedang bersujud di sepertiga malam.

Usai mengucapkan salam, kedua tangannya menengadah dan bibirnya bersuara lirih. Khusyu' sekali ia menenggelamkan diri untuk menguntai do'a dan merangkai pinta kepada Sang Pencipta. Air matanya perlahan mengalir tanpa disadarinya.

"Ya Allah, waktu telah menyembuhkan luka di hatiku. Semua itu karena-MU. Terima kasih Engkau telah menunjukkan jalan terbaik untukku. Engkau telah menjagaku dan memberikan kebaikan untukku. Walaupun pahit rasanya, tapi aku yakin dengan jalan-MU. Berilah aku seorang imam yang baik untuk membimbingku di dunia dan membawaku ke surga. Akan ku berikan hidupku untuk mengabdi padanya agar aku dapat meraih ridho dari-MU."

Setelah melipat mukena dan mengembalikan ke tempatnya, ia duduk di atas kasur. Tangannya membuka laci meja dan mengambil diarynya. Ia membuka dan membaca lembar terakhir yang ditulisnya 9 bulan yang lalu.



Dear Diary..

Malam ini akan menjadi awal yang baru dalam hidupku. Pada akhirnya usai sudah. Seharusnya aku lakukan beberapa tahun yang lalu. Tidak mengapa aku harus melewati 8,5 tahun, jika perjalanan panjang ini menjadikanku lebih kuat dan dewasa. Tuhan telah menjadikan setiap tetes air mataku sebagai kekuatan dan segala lukaku sebagai keikhlasan. Aku harus melanjutkan hidupku. Aku yakin Tuhan akan mengganti seluruh pengorbananku dengan kebahagiaan yang indah suatu hari nanti.



Mei 2013

Aina



Ia menutup diarynya dan memasukkan kembali ke dalam laci. Ia menghela nafas panjang dan tersenyum.

"Terima kasih, Ya Allah. Aku mampu melewati masa-masa sulitku. Aku percaya pada-Mu, Engkau akan selalu menuntunku. Aku yakin dengan janji-MU, segalanya akan indah pada waktunya. Dengan do'a, aku akan sabar menunggu saat itu tiba."

Ia menarik selimut dan meredupkan lampu kamar. Masih ada waktu dua jam untuk melanjutkan tidur sebelum adzan Shubuh berkumandang.

5 Desember 2012

SELEPAS SHOLAT ASHAR



Seorang gadis duduk sendirian di warung bakso yang ada di komplek rumahnya. Dia meminum es jeruk sambil sesekali melihat orang-orang yang sedang makan bakso di dekatnya. Dia terlihat cantik mengenakan celana jins, baju putih, dan sepatu terepes. Kepalanya dibalut jilbab yang ditata cantik. Dia memang seorang muslimah yang modis, anggun, dan cantik.
Wajahnya langsung sumringah saat melihat seorang pria tinggi dan tampan berjalan ke arah warung bakso. Pria bermata agak sipit itu berpakaian rapi dengan celana jins, baju putih, dan sepatu gaul. Dia tersenyum dan melambaikan tangan pada gadis yang duduk menunggunya.
“Hai, Rayya.. Assalamu’alaikum.” sapa pria yang rambutnya ditata khas anak muda.
“Hai, Fahri.. Wa’alaikumsalam.” balas Rayya lalu tersenyum.
“Maaf ya aku terlambat, Rayya.. Tadi sehabis sholat Ashar, aku mau langsung ke sini. Tapi Mama minta dibeliin sesuatu ke mini market. Soalnya bi Munah lagi repot di dapur.”
“Ngga apa-apa kok, aku juga belum lama di sini. Tadi selesai sholat Ashar, aku juga nungguin Aliya pulang dulu. Soalnya Papa sama Mama baru pergi, mbak Sumi masih pulang kampung.”
Fahri melihat jam tangannya. Pukul lima lebih sepuluh menit. “Masih ada waktu untuk makan bakso sebelum adzan Maghrib. Kita makan dulu yukk...”
“Iya. Yuukk kita pesan sama bang Amir.”
Rayya dan Fahri adalah tetangga di komplek perumahan Griya Asri, rumah mereka hanya berbeda blok. Sudah dua tahun ini mereka pacaran. Tapi seperti itulah gaya pacaran mereka, tidak seperti anak muda pada umumnya. Mereka menjalin hubungan dengan sangat menjaga diri masing-masing.
Selama mereka pacaran tidak pernah sekalipun mereka melakukan hal-hal yang melanggar agama. Mereka adalah anak muda yang sholeh dan sholeha. Walaupun mereka anak muda yang gaul dan selalu mengikuti perkembangan zaman, tapi mereka rajin beribadah dan kelakuannya santun.
Sudah kesekian kalinya, Rayya dan Fahri membuat janji untuk bertemu selepas sholat Ashar seperti ini. Biasanya mereka akan makan bakso atau siomay atau mie ayam di warung yang ada di komplek rumah mereka. Setelah itu mereka akan mengobrol panjang lebar sambil menunggu adzan Maghrib. Jika Maghrib sudah datang, mereka akan sholat bersama-sama di masjid komplek rumah.
Adzan Maghrib berkumandang dengan indahnya. Rayya dan Fahri menyudahi obrolan mereka. Rayya berdiri dari kursinya sambil menenteng tas kecil dan tas mukena. Fahri juga berdiri sambil memegang peci yang tadi dibawanya. Fahri membayar bakso dan minuman kepada bang Amir, lalu dia dan Rayya berpamitan kepada penjual bakso yang sudah akrab dengan mereka.
“Sekarang kita sholat berjamaah dulu ke masjid ya.. Besok-besok kita janjian lagi setelah sholat Ashar.” ajak Fahri.
“Iya. Masih ada hari esok untuk bertemu lagi.” ucap Rayya.
Dua sejoli itu berjalan beriringan menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib bersama.

15 November 2012

CERITA DARI YOGYAKARTA

Aina duduk sendirian di sebuah coffee shop. Dia memandangi hujan yang turun dari kaca jendela yang ada di dekatnya. Mobil dan motor yang berlalu lalang dengan kecepatan rata-rata, terlihat agak buram karena derasnya hujan yang turun disertai angin. Namun pemandangan itu sama sekali tidak dinikmati olehnya. Aina yang sangat menyukai hujan, seolah begitu menikmati ditemani pikirannya yang sedang melayang ke sebuah kisahnya di masa lalu.
Aina teringat, delapan tahun yang lalu dia begitu ingin pindah kuliah di Jogja. Dia ingin transfer kuliah di Fakultas Kedokteran di universitas di Jogja dan meninggalkan kampus Kedokteran di universitas di Semarang, tempat dia kuliah selama satu tahun. Keinginannya yang tidak masuk akal itu dikarenakan sebuah alasan yang egois, dia ingin mengejar cintanya. Tentu saja keinginan gilanya itu tidak bisa diwujudkan dengan mudah. Dalam hatinya, dia tidak punya keberanian untuk menyampaikannya kepada orang tuanya. Dia sepenuhnya sadar, orang tuanya tidak akan mungkin mengizinkan.
Ketika Aina curhat pada sahabat-sahabatnya, tidak ada satupun yang mendukung keinginannya. Mereka justru menentang dan memberikan ceramah panjang lebar agar Aina tidak terlalu mengikuti keinginan hati yang tidak masuk akal itu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dia mengubur keinginannya dan tetap melanjutkan kuliahnya di Semarang.
Demi cintanya pada Faraz, Aina tidak kehilangan akal. Dia berhasil menemukan cara agar bisa tetap bertemu dengan Faraz. Setiap weekend, dia selalu meluangkan waktu untuk pergi ke Jogja menemui Faraz. Aina rela menempuh perjalanan tiga jam ditemani seorang sahabatnya yang paling dekat dengannya, hanya untuk bertemu dengan Faraz.

12 November 2012

MY BEAUTIFUL LIFE


Naura divonis mengidap penyakit Lupus saat dia masih kuliah di fakultas ekonomi jurusan akuntansi semester enam. Pengobatan langsung dilakukan oleh Naura karena Lupus adalah termasuk penyakit mematikan yang setara dengan kanker. Namun pengobatan yang dilakukan oleh Naura tidak bisa menyembuhkan, karena Lupus termasuk dalam golongan penyakit yang belum ditemukan cara pengobatannya agar bisa sembuh total.
Saat ini Naura sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai accounting. Dia menjalani hari-harinya dengan cara yang sangat normal seperti orang sehat pada umumnya. Penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya, sama sekali tidak membuatnya menjadi gadis yang lemah dan manja.
Ketika Lupus sedang aktif di dalam tubuhnya, seluruh badannya akan terasa pegal, lemah, kelelahan yang berlebihan, dan muncul ruam merah di kedua pipi dan hidungmya. Maka dia memilih untuk beristirahat agar tidak semakin tersiksa. Sebagai Odapus (orang hidup dengan Lupus) Naura harus menghindari beberapa hal, seperti terkena sinar matahari langsung, mengurangi beban kerja yang berlebihan, menghindari pemakaian obat tertentu, dan stres. Karena jika semua itu dilanggar, akan dapat membangunkan Lupus yang tertidur dalam tubuhnya.

♥♥♥♥♥♥

1 November 2012

PANGGIL AKU TANISHA



Tanisha dan Aylin adalah dua sahabat waria. Mereka tinggal di sebuah kontrakan sederhana. Meskipun waria, mereka tidak pernah berperilaku buruk dan merugikan. Sebaliknya, mereka sangat ramah dan baik sehingga disukai para tetangganya.
Tanisha sebenarnya berasal dari keluarga kaya raya. Papanya adalah seorang pengusaha sukses. Dia anak sulung dan memiliki dua adik perempuan. Nama aslinya adalah Altan Mahvin Dilara, sedangkan Tanisha adalah singkatan dari nama Mamanya Tasnim Sharliz. Saat remaja, kecenderungan Tanisha dalam perilaku seperti perempuan memang sudah terlihat. Dia lebih suka berteman dengan perempuan, perasaannya halus, dan hobinya membaca majalah fashion. Saat berada di LA, dia keluar dari kuliahnya dan pindah ke sekolah fashion desaigner. Keluarganya terutama Papanya syok berat saat Tanisha mengatakan ingin beroperasi transgender dan menjadi desainer di luar negeri setelah kembali ke Indonesia. Keinginannya itu ditentang keras oleh Papanya, namun Tanisha tidak menyerah. Dengan tabungan yang dimilikinya dan menjual mobilnya, dia terbang ke luar negeri untuk operasi. Saat kembali pulang, dia bertengkar hebat dengan Papanya yang berujung dengan diusirnya dia dari rumah dan dicabut semua fasilitas yang diberikan padanya.
Sudah tiga tahun ini Tanisha meninggalkan rumahnya. Dia mulai membangun impiannya menjadi seorang desainer dengan bekerja di sebuah butik. Pemiliknya bernama mbak Henna, adalah seorang desainer yang lumayan terkenal di Malang, orangnya sangat baik dan mau memberi kesempatan pada Tanisha untuk mengembangkan bakatnya dengan ilmu yang dimilikinya.

♥♥♥♥♥♥


27 Oktober 2012

ATAS NAMA CINTA

Fila sangat bahagia dengan hidupnya. Setelah tujuh tahun berpacaran, akhirnya dia menikah dengan Ghani, pria tampan yang lebih tua lima tahun darinya. Usai menikah, Fila dan Ghani memilih untuk menetap di Bandung walaupun keluarga mereka berada di Jakarta. Bandung memiliki makna sejarah untuk mereka. Di kota inilah mereka bertemu, saling jatuh cinta, kemudian berpacaran, dan akhirnya menikah.
Satu tahun menikah, kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia dan penuh cinta. Ghani sangat mencintai Fila. Sejak berpacaran hingga menikah, Ghani selalu berusaha membahagiakan Fila. Dia selalu memanjakan Fila dengan perhatian-perhatian kecil tapi bermakna, seperti memasak bubur untuk Fila saat Fila pulang dari rumah sakit dua tahun yang lalu. Dia juga sering meletakkan coklat di dalam tas Fila, karena dia tau Fila sering malas makan siang kalau sedang banyak kerjaan di kantor. Fila sendiri selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ghani. Dia ingin mengabdikan hidupnya sebagai istri yang berbakti pada Ghani.
Di mata Fila, Ghani adalah pria yang sempurna. Ghani sangat dewasa, baik, sabar, bertanggung jawab, penuh perhatian, sangat perduli, dan selalu bisa membimbingnya. Dia sangat bersyukur, Tuhan sudah mempertemukan dan mempersatukan dia dengan Ghani. Fila yakin, bersama Ghani masa depan yang indah akan dia jelang. Dia siap mengarungi hidup dengan segala rintangan dan cobaan apapun, selama Ghani ada di sisinya. Fila mengakui, sebagian dalam dirinya mungkin lebih, sudah bergantung pada Ghani. Dia tidak bisa membayangkan kalau harus hidup tanpa Ghani nantinya. Fila selalu berdo’a, agar dia bisa menjalani hidup bersama Ghani hingga tua nanti dan berharap agar kelak kematian menjemput mereka bersama-sama. Dengan begitu dia tidak akan pernah merasakan hidup sendiri tanpa Ghani.

♥♥♥♥♥♥



INDAH PADA WAKTUNYA

 Sudah enam tahun Zahra dan Fathir pacaran. Mereka pasangan yang sangat serasi. Yang laki-laki tampan, kaya, dan kuliahnya S2 lulusan luar negeri. Yang perempuan cantik, baik, dan cerdas. Banyak orang yang iri dengan pasangan itu karena selalu rukun dan bahagia. Sejak masih kuliah S1 sampai sudah bekerja hubungan mereka tetap awet dan harmonis.
Tapi banyak yang tidak tau keadaan hubungan mereka yang sebenarnya. Dibalik keharmonisan Zahra dan Fathir, ada restu dari orang tua yang tak kunjung datang melengkapi kebahagiaan mereka. Orang tua Fathir tidak pernah merestui hubungan itu karena keluarga Zahra tidak cukup kaya bagi keluarga Fathir. Zahra hanya lulusan S1 yang bekerja di sebuah bank. Orang tuanya pembuat tempe, tahu, dan krupuk yang disetorkan ke pasar dan tempat makan. Kakak perempuannya sudah menikah dan bekerja di luar kota, adiknya masih kuliah semester dua. Keadaan seperti itu tidak sepadan sama sekali dengan keluarga Fathir yang kaya. Orang tua Fathir pengusaha batik yang sukses, dagangan batiknya tidak hanya laris di dalam dan luar kota tapi juga diekspor ke luar negeri. Fathir dan kakak perempuannya lulusan luar negeri semua dan ikut meneruskan bisnis keluarganya bahkan melebarkan sayap ke bidang lain.
Zahra sudah beberapa kali meminta putus dari Fathir karena tidak mau memaksakan hubungan yang tidak pernah direstui oleh orang tua Fathir. Saat Fathir melanjutkan S2 ke Jepang, Zahra sudah memutuskan komunikasi mereka berdua tapi Fathir terus saja mengejarnya dan tidak mau memutuskan hubungan. Fathir sangat mencintai Zahra, dia tidak mau berpisah dengan perempuan kalem itu. Bagi Fathir, Zahra adalah perempuan yang sempurna karena hatinya sangat baik, sabar, cerdas, tidak silau harta, mandiri, dan dewasa.
Fathir meminta Zahra untuk tetap bertahan dengan hubungan mereka. Dia minta diberi waktu untuk bisa meluluhkan hati kedua orang tuanya sampai mereka mau memberikan restu. Tapi penantian Zahra tak juga berakhir. Bulan demi bulan dan tahun demi tahun berganti, restu dari orang tua Fathir tak kunjung datang. Orang tua Zahra sudah menanyakan kelanjutan hubungan Zahra dengan Fathir. Zahra sudah berusia 25 tahun, sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, sudah saatnya untuk memikirkan pernikahan dan berumah tangga. Orang tua Zahra sudah menunggu-nunggu Fathir untuk membicarakan masa depan hubungannya dengan Zahra secara serius.

♥♥♥♥♥♥