Tampilkan postingan dengan label Pengorbanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengorbanan. Tampilkan semua postingan

12 November 2012

MY BEAUTIFUL LIFE


Naura divonis mengidap penyakit Lupus saat dia masih kuliah di fakultas ekonomi jurusan akuntansi semester enam. Pengobatan langsung dilakukan oleh Naura karena Lupus adalah termasuk penyakit mematikan yang setara dengan kanker. Namun pengobatan yang dilakukan oleh Naura tidak bisa menyembuhkan, karena Lupus termasuk dalam golongan penyakit yang belum ditemukan cara pengobatannya agar bisa sembuh total.
Saat ini Naura sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai accounting. Dia menjalani hari-harinya dengan cara yang sangat normal seperti orang sehat pada umumnya. Penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya, sama sekali tidak membuatnya menjadi gadis yang lemah dan manja.
Ketika Lupus sedang aktif di dalam tubuhnya, seluruh badannya akan terasa pegal, lemah, kelelahan yang berlebihan, dan muncul ruam merah di kedua pipi dan hidungmya. Maka dia memilih untuk beristirahat agar tidak semakin tersiksa. Sebagai Odapus (orang hidup dengan Lupus) Naura harus menghindari beberapa hal, seperti terkena sinar matahari langsung, mengurangi beban kerja yang berlebihan, menghindari pemakaian obat tertentu, dan stres. Karena jika semua itu dilanggar, akan dapat membangunkan Lupus yang tertidur dalam tubuhnya.

♥♥♥♥♥♥

27 Oktober 2012

ATAS NAMA CINTA

Fila sangat bahagia dengan hidupnya. Setelah tujuh tahun berpacaran, akhirnya dia menikah dengan Ghani, pria tampan yang lebih tua lima tahun darinya. Usai menikah, Fila dan Ghani memilih untuk menetap di Bandung walaupun keluarga mereka berada di Jakarta. Bandung memiliki makna sejarah untuk mereka. Di kota inilah mereka bertemu, saling jatuh cinta, kemudian berpacaran, dan akhirnya menikah.
Satu tahun menikah, kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia dan penuh cinta. Ghani sangat mencintai Fila. Sejak berpacaran hingga menikah, Ghani selalu berusaha membahagiakan Fila. Dia selalu memanjakan Fila dengan perhatian-perhatian kecil tapi bermakna, seperti memasak bubur untuk Fila saat Fila pulang dari rumah sakit dua tahun yang lalu. Dia juga sering meletakkan coklat di dalam tas Fila, karena dia tau Fila sering malas makan siang kalau sedang banyak kerjaan di kantor. Fila sendiri selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ghani. Dia ingin mengabdikan hidupnya sebagai istri yang berbakti pada Ghani.
Di mata Fila, Ghani adalah pria yang sempurna. Ghani sangat dewasa, baik, sabar, bertanggung jawab, penuh perhatian, sangat perduli, dan selalu bisa membimbingnya. Dia sangat bersyukur, Tuhan sudah mempertemukan dan mempersatukan dia dengan Ghani. Fila yakin, bersama Ghani masa depan yang indah akan dia jelang. Dia siap mengarungi hidup dengan segala rintangan dan cobaan apapun, selama Ghani ada di sisinya. Fila mengakui, sebagian dalam dirinya mungkin lebih, sudah bergantung pada Ghani. Dia tidak bisa membayangkan kalau harus hidup tanpa Ghani nantinya. Fila selalu berdo’a, agar dia bisa menjalani hidup bersama Ghani hingga tua nanti dan berharap agar kelak kematian menjemput mereka bersama-sama. Dengan begitu dia tidak akan pernah merasakan hidup sendiri tanpa Ghani.

♥♥♥♥♥♥



INDAH PADA WAKTUNYA

 Sudah enam tahun Zahra dan Fathir pacaran. Mereka pasangan yang sangat serasi. Yang laki-laki tampan, kaya, dan kuliahnya S2 lulusan luar negeri. Yang perempuan cantik, baik, dan cerdas. Banyak orang yang iri dengan pasangan itu karena selalu rukun dan bahagia. Sejak masih kuliah S1 sampai sudah bekerja hubungan mereka tetap awet dan harmonis.
Tapi banyak yang tidak tau keadaan hubungan mereka yang sebenarnya. Dibalik keharmonisan Zahra dan Fathir, ada restu dari orang tua yang tak kunjung datang melengkapi kebahagiaan mereka. Orang tua Fathir tidak pernah merestui hubungan itu karena keluarga Zahra tidak cukup kaya bagi keluarga Fathir. Zahra hanya lulusan S1 yang bekerja di sebuah bank. Orang tuanya pembuat tempe, tahu, dan krupuk yang disetorkan ke pasar dan tempat makan. Kakak perempuannya sudah menikah dan bekerja di luar kota, adiknya masih kuliah semester dua. Keadaan seperti itu tidak sepadan sama sekali dengan keluarga Fathir yang kaya. Orang tua Fathir pengusaha batik yang sukses, dagangan batiknya tidak hanya laris di dalam dan luar kota tapi juga diekspor ke luar negeri. Fathir dan kakak perempuannya lulusan luar negeri semua dan ikut meneruskan bisnis keluarganya bahkan melebarkan sayap ke bidang lain.
Zahra sudah beberapa kali meminta putus dari Fathir karena tidak mau memaksakan hubungan yang tidak pernah direstui oleh orang tua Fathir. Saat Fathir melanjutkan S2 ke Jepang, Zahra sudah memutuskan komunikasi mereka berdua tapi Fathir terus saja mengejarnya dan tidak mau memutuskan hubungan. Fathir sangat mencintai Zahra, dia tidak mau berpisah dengan perempuan kalem itu. Bagi Fathir, Zahra adalah perempuan yang sempurna karena hatinya sangat baik, sabar, cerdas, tidak silau harta, mandiri, dan dewasa.
Fathir meminta Zahra untuk tetap bertahan dengan hubungan mereka. Dia minta diberi waktu untuk bisa meluluhkan hati kedua orang tuanya sampai mereka mau memberikan restu. Tapi penantian Zahra tak juga berakhir. Bulan demi bulan dan tahun demi tahun berganti, restu dari orang tua Fathir tak kunjung datang. Orang tua Zahra sudah menanyakan kelanjutan hubungan Zahra dengan Fathir. Zahra sudah berusia 25 tahun, sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, sudah saatnya untuk memikirkan pernikahan dan berumah tangga. Orang tua Zahra sudah menunggu-nunggu Fathir untuk membicarakan masa depan hubungannya dengan Zahra secara serius.

♥♥♥♥♥♥