Tampilkan postingan dengan label Ketulusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketulusan. Tampilkan semua postingan

27 Februari 2013

DARA

Dara duduk di sebuah sofa coklat yang empuk. Secangkir coklat panas telah tersaji di dekat tangan kanannya. Tangan kirinya memangku dagunya dengan wajah muram tanpa senyuman. Carissa, Risma, dan Elma yang duduk dihadapannya menatapnya dengan penuh rasa pemakluman. Mereka sudah mengerti apa yang sedang dialami oleh Dara.
“Kamu jangan sedih terus gini dong, Dara.. Kita-kita jadi ikutan sedih nih..”
“Aku sudah mencoba untuk cuek, Rissa.. Tapi ngga pernah bisa. Belakangan ini rasa ketidaknyamanan aku semakin kuat. Aku merasa sudah tidak bisa sepemahaman lagi dengan Ayla, Helsi, Terry, dan Mala.”
“Kita ngerti, sayang. Memang pribadi yang berbeda-beda itu tidak mudah untuk disatukan. Sedekat-dekatnya sahabat, pasti suatu saat akan menemukan hal-hal yang tidak sejalan. Itu yang harus kamu pahami.” ucap Elma.
“Selama ini aku terus berusaha untuk memahami. Aku selalu mencoba untuk mengalah dan menerima. Aku memilih untuk diam. Tapi mereka semakin menjadi. Sekarang mereka benar-benar sudah berubah, tidak sama lagi seperti dulu. Entah mengapa bisa begitu.”
“Bukan hanya mereka. Tanpa kamu sadari, kamu pun sebenarnya juga sudah berubah. Setiap orang pasti akan berubah, Dara.. Kondisi, lingkungan, status, pendidikan, pekerjaan, adalah beberapa penyebab seseorang menjadi berubah. Ada yang berubah menjadi lebih baik, ada juga yang menjadi ngga baik. Ada yang berubah lebih matang, ada juga yang menjadi labil. Ada yang berubah lebih maju, ada juga yang menjadi kemunduran. Semuanya tergantung masing-masing orangnya, mau pilih yang mana.” ucap Risma menanggapi.

12 November 2012

MY BEAUTIFUL LIFE


Naura divonis mengidap penyakit Lupus saat dia masih kuliah di fakultas ekonomi jurusan akuntansi semester enam. Pengobatan langsung dilakukan oleh Naura karena Lupus adalah termasuk penyakit mematikan yang setara dengan kanker. Namun pengobatan yang dilakukan oleh Naura tidak bisa menyembuhkan, karena Lupus termasuk dalam golongan penyakit yang belum ditemukan cara pengobatannya agar bisa sembuh total.
Saat ini Naura sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai accounting. Dia menjalani hari-harinya dengan cara yang sangat normal seperti orang sehat pada umumnya. Penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya, sama sekali tidak membuatnya menjadi gadis yang lemah dan manja.
Ketika Lupus sedang aktif di dalam tubuhnya, seluruh badannya akan terasa pegal, lemah, kelelahan yang berlebihan, dan muncul ruam merah di kedua pipi dan hidungmya. Maka dia memilih untuk beristirahat agar tidak semakin tersiksa. Sebagai Odapus (orang hidup dengan Lupus) Naura harus menghindari beberapa hal, seperti terkena sinar matahari langsung, mengurangi beban kerja yang berlebihan, menghindari pemakaian obat tertentu, dan stres. Karena jika semua itu dilanggar, akan dapat membangunkan Lupus yang tertidur dalam tubuhnya.

♥♥♥♥♥♥

27 Oktober 2012

ATAS NAMA CINTA

Fila sangat bahagia dengan hidupnya. Setelah tujuh tahun berpacaran, akhirnya dia menikah dengan Ghani, pria tampan yang lebih tua lima tahun darinya. Usai menikah, Fila dan Ghani memilih untuk menetap di Bandung walaupun keluarga mereka berada di Jakarta. Bandung memiliki makna sejarah untuk mereka. Di kota inilah mereka bertemu, saling jatuh cinta, kemudian berpacaran, dan akhirnya menikah.
Satu tahun menikah, kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia dan penuh cinta. Ghani sangat mencintai Fila. Sejak berpacaran hingga menikah, Ghani selalu berusaha membahagiakan Fila. Dia selalu memanjakan Fila dengan perhatian-perhatian kecil tapi bermakna, seperti memasak bubur untuk Fila saat Fila pulang dari rumah sakit dua tahun yang lalu. Dia juga sering meletakkan coklat di dalam tas Fila, karena dia tau Fila sering malas makan siang kalau sedang banyak kerjaan di kantor. Fila sendiri selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ghani. Dia ingin mengabdikan hidupnya sebagai istri yang berbakti pada Ghani.
Di mata Fila, Ghani adalah pria yang sempurna. Ghani sangat dewasa, baik, sabar, bertanggung jawab, penuh perhatian, sangat perduli, dan selalu bisa membimbingnya. Dia sangat bersyukur, Tuhan sudah mempertemukan dan mempersatukan dia dengan Ghani. Fila yakin, bersama Ghani masa depan yang indah akan dia jelang. Dia siap mengarungi hidup dengan segala rintangan dan cobaan apapun, selama Ghani ada di sisinya. Fila mengakui, sebagian dalam dirinya mungkin lebih, sudah bergantung pada Ghani. Dia tidak bisa membayangkan kalau harus hidup tanpa Ghani nantinya. Fila selalu berdo’a, agar dia bisa menjalani hidup bersama Ghani hingga tua nanti dan berharap agar kelak kematian menjemput mereka bersama-sama. Dengan begitu dia tidak akan pernah merasakan hidup sendiri tanpa Ghani.

♥♥♥♥♥♥