Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

22 November 2014

WANITA

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Tuhan berkata:
"Ketika AKU menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. AKU membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."
"AKU memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya."
"AKU memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh."
"AKU memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"AKU memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."
"AKU memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu."
"Dan akhirnya, AKU memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."
"Kau tahu, kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu
hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

(Kahlil Gibran)

10 WANITA HEBAT INSPIRASI KAUM HAWA

Ada banyak sekali perempuan yang telah menjadi istri dan ibu, namun tidak serta merta hanya berkecimpung dalam urusan rumah tangga saja. Mereka masih mampu menunjukkan eksistensinya. Tak hanya di dalam keluarga, para perempuan luar biasa ini juga mampu memberikan sebuah perubahan bagi dunia. Siapa saja mereka?

1.      SITI KHADIJAH
Siti Khadijah adalah putri Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Siti Khadijah dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat, pada tahun 68 sebelum hijrah. Siti Khadijah tumbuh dalam lingkungan yang keluarga yang mulia, sehingga akhirnya setelah dewasa ia menjadi wanita yang cerdas, teguh, dan berperangai luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya yang menaruh simpati padanya. Syaikh Muhammad Husain Salamah menjelaskan bahwa Siti Khadijah, nasab dari jalur ayahnya bertemu dengan nasab Rasulullah pada kakeknya yang bernama Qushay. Dia menempati urutan kakek keempat bagi dirinya.
Pada tahun 575 Masehi, Siti Khadijah ditinggalkan ibunya. Sepuluh tahun kemudian ayahnya, Khuwailid, menyusul. Sepeninggal kedua orang tuanya, Siti Khadijah dan saudara-saudaranya mewarisi kekayaannya. Kekayaan warisan menyimpan bahaya. Ia bisa menjadikan seseorang lebih senang tinggal di rumah dan hidup berfoya-foya. Bahaya ini sangat disadari Siti Khadijah. Ia pun memutuskan untuk tidak menjadikan dirinya pengangguran. Kecerdasan dan kekuatan sikap yang dimiliki Siti Khadijah mampu mengatasi godaan harta. Karenanya Siti Khadijah mengambil alih bisnis keluarga.
Pada mulanya, Siti Khadijah menikah dengan Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi. Pernikahan itu membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun. Tak lama kemudian suamianya meninggal dunia, dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Lalu Siti Khadijah menikah lagi untuk yang kedua dengan Atiq bin ‘A’id bin Abdullah Al-Makhzumi. Setelah pernikahan itu berjalan beberapa waktu, akhirnya suami keduanya pun meninggal dunia, yang juga meninggalkan harta dan perniagaan.
Dengan demikian, saat itu Siti Khadijah menjadi wanita terkaya di kalangan bangsa Quraisy. Karenanya, banyak pemuka dan bangsawan bangsa Quraisy yang melamarnya, mereka ingin menjadikan dirinya sebagai istri. Namun, Siti Khadijah menolak lamaran mereka dengan alasan bahwa perhatian Siti Khadijah saat itu sedang tertuju hanya untuk mendidik anak-anaknya. Juga dimungkinkan karena, Khadijah merupakan saudagar kaya raya dan disegani sehingga ia sangat sibuk mengurus perniagaan.
Siti Khadijah mempunyai saudara sepupu yang bernama Waraqah bin Naufal. Beliau termasuk salah satu dari hanif  di Mekkah. Ia adalah sanak keluarga Khadijah yang tertua. Ia mengutuk bangsa Arab yang menyembah patung dan melakukan penyimpangan dari kepercayaan nenek moyang mereka (Nabi Ibrahim dan Ismail).
Para sejawatnya mengakui keberhasilan Siti Khadijah, ketika itu mereka memanggilnya “Ratu Quraisy” dan “Ratu Mekkah”. Ia juga disebut sebagai at-Thahirah, yaitu “yang bersih dan suci”. Nama At-Thahirah itu diberikan oleh sesama bangsa Arab yang juga terkenal dengan kesombongan, keangkuhan, dan kebanggaannya sebagai laki-laki. Karenanya perilaku Siti Khadijah benar-benar patut diteladani hingga ia menjadi terkenal di kalangan mereka.
Pertama kali dalam sejarah bangsa Arab, seorang wanita diberi panggilan Ratu Mekkah dan juga dijuluki At-Thahirah. Orang-orang memanggil Siti Khadijah dengan Ratu Mekkah karena kekayaannya dan menyebut Siti Khadijah dengan At-Thahirah karena reputasinya yang tanpa cacat.
Kepandaian dan kejelian dalam berdagang, kemudian Beliau menawarkan Muhammad (ketika itu belum diangkat menjadi seorang nabi) untuk menjual barang dagangannya. Kejujuran dan sikap profesional yang dimiliki Muhammad dalam berdagang, membuat kekayaan Siti Khadijah semakin berlimpah. Suatu ketika, Muhammad berkerja mengelola barang dagangan milik Siti Khadijah untuk dijual ke Syam bersama Maisyarah. Setibanya dari berdagang Maysarah menceritakan mengenai perjalanannya, mengenai keuntungan-keuntungannya, dan juga mengenai watak dan kepribadian Muhammad. Setelah mendengar dan melihat perangai manis, pekerti yang luhur, kejujuran, dan kemampuan yang dimiliki Muhammad, kian hari Siti Khadijah semakin mengagumi sosok Muhammad. Selain kekaguman, muncul juga perasaan-perasaan cinta Siti Khadijah kepada Muhammad.

14 Mei 2014

ARTI PEREMPUAN


Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan memersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya… sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu… kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

LIFE ON THE PLANET IS BORN OF WOMEN


Kecantikan Wanita…
Cantiknya wanita karena kejernihan wajahnya
Manisnya wanita karena senyumannya yang indah
Anggunya wanita karena kesederhanaan lahiriyah
Hebatnya wanita karena keimanan dan ketakwaan yang tegak
Hiasilah pribadimu dengan akhlak terpuji
menjadilah dirimu menjadi muslimah sejati

Wanita…
Wanita lebih cepat daripada lelaki menangis
dan dalam mengingatkan peristiwa yang menyebabkan
dia menangis dan tertawa bila ia mampu
Wanita adalah bintang dan pelita bagi lelaki
tanpa pelita maka bermalamlah dalam kegelapan
Wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula
lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula
Maka hargailah wanita dan jagalah wanita
Ingatlah bahwa kita dilahirkan dari seorang wanita
yaitu bunda kita

4 Februari 2014

WANITA KARIER VS IBU RUMAH TANGGA

Bagi perempuan yang sudah menikah, pilihan menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier sering menjadi dilemma. Banyak perempuan yang akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja setelah menikah. Alasan mereka macam-macam, ada yang dilarang suami, ingin fokus mengurus keluarga, tidak bisa membagi waktu dengan baik, dsb.
Tapi yang paling sering saya temui adalah mereka dilarang oleh suaminya untuk bekerja karena khawatir tidak bisa mengurusi keluarga. Karena penasaran, saya mencoba bertanya kepada beberapa teman dan saudara saya. Apakah seorang istri sebaiknya diizinkan untuk bekerja atau tidak? Apa alasannya?
Sebagian dari mereka mengizinkan untuk tetap bekerja, selama istri mampu membagi waktu dengan baik dan tetap mengutamakan keluarga. Alasan mereka mengizinkan ada 2: yang pertama, membantu suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga; yang kedua, agar istri punya kesibukan dan bisa mengapresiakan dirinya. Untuk alasan yang kedua, mereka rata-rata tidak ingin melihat istrinya hanya di rumah. Mereka ingin istrinya bisa berkarya dan waktunya bermanfaat. Bagi mereka, istri yang bekerja akan lebih bisa mengimbangi suami dalam segala hal. Karena ruang gerak dan wawasannya lebih luas.
Sedangkan bagi sebagian lagi, mereka tidak mengizinkan istri untuk bekerja. Alasan mereka juga ada 2: yang pertama, agar istri bisa sepenuhnya mengurus suami, anak, dan rumah. Mereka tidak mau istri membagi waktunya untuk kesibukan lain di luar; yang kedua, mereka khawatir jika nantinya istri punya karier yang lebih bagus dari mereka. Karena itu mereka merasa lebih nyaman jika istri berada di rumah saja. Dengan begitu mereka merasa memiliki power sebagai suami dan tugas untuk mencari nafkah, sepenuhnya ada di pundaknya.
Itulah pandangan dan pendapat dari laki-laki. Ada yang mengizinkan istri untuk bekerja dan ada yang tidak. Mereka memiliki alasannya masing-masing. Tapi bagaimana dengan pendapat dan pilihan dari perempuan sendiri. Saat mereka sudah menikah, apa yang mereka pilih? Menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier?
Pernikahan adalah penyempurnaan ibadah dari dua insan manusia, perempuan dan laki-laki. Tujuan dari pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawwadah, wa rahmah. Dengan menikah, maka manusia sudah menyempurnakan separuh agama (Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah SWT dalam setengah yang lainnya.”). Dalam pernikahan, suami dan istri memiliki tugas dan kewajibannya masing-masing. Suami sebagai imam dan kepala keluarga wajib bekerja untuk menafkahi, melindungi, dan mengayomi. Istri sebagai penyeimbang keluarga wajib untuk mengurus suami, anak, dan rumah tangga.