Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan

22 November 2014

10 WANITA HEBAT INSPIRASI KAUM HAWA

Ada banyak sekali perempuan yang telah menjadi istri dan ibu, namun tidak serta merta hanya berkecimpung dalam urusan rumah tangga saja. Mereka masih mampu menunjukkan eksistensinya. Tak hanya di dalam keluarga, para perempuan luar biasa ini juga mampu memberikan sebuah perubahan bagi dunia. Siapa saja mereka?

1.      SITI KHADIJAH
Siti Khadijah adalah putri Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Siti Khadijah dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat, pada tahun 68 sebelum hijrah. Siti Khadijah tumbuh dalam lingkungan yang keluarga yang mulia, sehingga akhirnya setelah dewasa ia menjadi wanita yang cerdas, teguh, dan berperangai luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya yang menaruh simpati padanya. Syaikh Muhammad Husain Salamah menjelaskan bahwa Siti Khadijah, nasab dari jalur ayahnya bertemu dengan nasab Rasulullah pada kakeknya yang bernama Qushay. Dia menempati urutan kakek keempat bagi dirinya.
Pada tahun 575 Masehi, Siti Khadijah ditinggalkan ibunya. Sepuluh tahun kemudian ayahnya, Khuwailid, menyusul. Sepeninggal kedua orang tuanya, Siti Khadijah dan saudara-saudaranya mewarisi kekayaannya. Kekayaan warisan menyimpan bahaya. Ia bisa menjadikan seseorang lebih senang tinggal di rumah dan hidup berfoya-foya. Bahaya ini sangat disadari Siti Khadijah. Ia pun memutuskan untuk tidak menjadikan dirinya pengangguran. Kecerdasan dan kekuatan sikap yang dimiliki Siti Khadijah mampu mengatasi godaan harta. Karenanya Siti Khadijah mengambil alih bisnis keluarga.
Pada mulanya, Siti Khadijah menikah dengan Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi. Pernikahan itu membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun. Tak lama kemudian suamianya meninggal dunia, dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Lalu Siti Khadijah menikah lagi untuk yang kedua dengan Atiq bin ‘A’id bin Abdullah Al-Makhzumi. Setelah pernikahan itu berjalan beberapa waktu, akhirnya suami keduanya pun meninggal dunia, yang juga meninggalkan harta dan perniagaan.
Dengan demikian, saat itu Siti Khadijah menjadi wanita terkaya di kalangan bangsa Quraisy. Karenanya, banyak pemuka dan bangsawan bangsa Quraisy yang melamarnya, mereka ingin menjadikan dirinya sebagai istri. Namun, Siti Khadijah menolak lamaran mereka dengan alasan bahwa perhatian Siti Khadijah saat itu sedang tertuju hanya untuk mendidik anak-anaknya. Juga dimungkinkan karena, Khadijah merupakan saudagar kaya raya dan disegani sehingga ia sangat sibuk mengurus perniagaan.
Siti Khadijah mempunyai saudara sepupu yang bernama Waraqah bin Naufal. Beliau termasuk salah satu dari hanif  di Mekkah. Ia adalah sanak keluarga Khadijah yang tertua. Ia mengutuk bangsa Arab yang menyembah patung dan melakukan penyimpangan dari kepercayaan nenek moyang mereka (Nabi Ibrahim dan Ismail).
Para sejawatnya mengakui keberhasilan Siti Khadijah, ketika itu mereka memanggilnya “Ratu Quraisy” dan “Ratu Mekkah”. Ia juga disebut sebagai at-Thahirah, yaitu “yang bersih dan suci”. Nama At-Thahirah itu diberikan oleh sesama bangsa Arab yang juga terkenal dengan kesombongan, keangkuhan, dan kebanggaannya sebagai laki-laki. Karenanya perilaku Siti Khadijah benar-benar patut diteladani hingga ia menjadi terkenal di kalangan mereka.
Pertama kali dalam sejarah bangsa Arab, seorang wanita diberi panggilan Ratu Mekkah dan juga dijuluki At-Thahirah. Orang-orang memanggil Siti Khadijah dengan Ratu Mekkah karena kekayaannya dan menyebut Siti Khadijah dengan At-Thahirah karena reputasinya yang tanpa cacat.
Kepandaian dan kejelian dalam berdagang, kemudian Beliau menawarkan Muhammad (ketika itu belum diangkat menjadi seorang nabi) untuk menjual barang dagangannya. Kejujuran dan sikap profesional yang dimiliki Muhammad dalam berdagang, membuat kekayaan Siti Khadijah semakin berlimpah. Suatu ketika, Muhammad berkerja mengelola barang dagangan milik Siti Khadijah untuk dijual ke Syam bersama Maisyarah. Setibanya dari berdagang Maysarah menceritakan mengenai perjalanannya, mengenai keuntungan-keuntungannya, dan juga mengenai watak dan kepribadian Muhammad. Setelah mendengar dan melihat perangai manis, pekerti yang luhur, kejujuran, dan kemampuan yang dimiliki Muhammad, kian hari Siti Khadijah semakin mengagumi sosok Muhammad. Selain kekaguman, muncul juga perasaan-perasaan cinta Siti Khadijah kepada Muhammad.

14 Mei 2014

THE MIRACLE OF “SEDEKAH”


Saya sudah beberapa kali merasakan sendiri dahsyatnya sedekah. Subhanallah benar-benar amazing! Alhamdulillah sedari kecil saya sudah senang berbagi dengan orang lain. Semua itu saya pelajari dari orang tua saya yang gemar berbagi dan memberi kepada orang lain.
Selain dari sholat dan berpuasa, katanya sedekah adalah ibadah yang sangat bagus. Karena dengan sedekah kita bisa membantu dan meringankan beban orang lain. Tapi sebelum-sebelumnya, kalau memberi saya memang belum pernah dalam jumlah yang banyak. Karena masih sekolah, uang jajan yang pegang orang tua, dan belum bener-bener paham artinya sedekah. Jadi dulu belum pas untuk disebut sedekah kali ya? Lebih tepatnya memberi dan berbagi.
Tapi setelah kuliah, saya mulai belajar memahami makna dari sedekah. Walaupun jumlahnya belum terlalu besar, tapi saya mulai berlatih untuk sedekah. Sebagian dari uang saya, saya sisihkan untuk sedekah. Memang sih, saya belum sering sedekahnya. Saya masih sering tergoda memakai uang saya untuk beli ini itu, apa yang saya inginkan. Maklum namanya masih muda pasti pingin nonton, jalan-jalan, makan, belanja. Hehehe.....
Tapi setelah saya lulus S1 dan melanjutkan S2 sambil magang advokat, saya mulai berlatih untuk mentertibkan diri dalam bersedekah. Salah satu bukti nyata dari kekuatan sedekah yang sudah saya rasakan, adalah ketika saya sedang menyelesaikan tesis hingga lulus pendadaran. Setiap mengingat tentang kisah ini, saya merasa terharu karena teringat kembali dengan perjuangan panjang yang saya lewati untuk bisa lulus. Saya juga terkenang kembali, betapa Kebesaran Allah itu sangat nyata.

10 Mei 2014

MY LIFE, MY STORY


Me and Family
Aku lahir pada tanggal 15 Juli 1985 sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Kakakku 2 perempuan (nomor 1 dan 3) dan 1 laki-laki (nomor 2). Papiku seorang wiraswasta dan Mamiku seorang ibu rumah tangga. Aku asli orang Jawa, kedua orang tuaku berdarah Solo – Jawa Tengah.
Dari lahir sampai kuliah S1, aku tinggal di Solo bersama keluarga. Lulus kuliah, aku melanjutkan S2 dan bekerja di Jogja. Aku tinggal bersama kakak sulungku. Weekdays aku di Jogja dan weekend pulang ke Solo. Selama masih memiliki orang tua, kewajibanku adalah berbakti dan menemani mereka selagi aku masih bisa.

Me and Life
Aku orang yang tertutup, terutama untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Aku bukan tipe orang yang mudah untuk membuka diri kepada orang lain. Dari sahabat-sahabat dekat yang aku miliki, hanya satu-dua yang benar-benar tau tentang kehidupan pribadiku. Karena bagiku itu adalah privasi. Aku lebih suka menyimpan kisah hidupku untuk diriku sendiri.
Seperti manusia lainnya, aku punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihanku biar orang lain yang menilainya sendiri. Kalau kelemahanku itu moody, pelupa, kaku untuk hal-hal tertentu, dan tidak mudah memulai komunikasi dengan orang baru.
Hobiku ada banyak: membaca, menyanyi, nonton film, memasak, mendengarkan lagu, jalan-jalan, dan menulis. Aku tidak bisa lepas dari musik, setiap hari pasti mendengarkan lagu. Lagu yang sering aku dengarkan pop dan instrument, tapi RnB dan jazz kadang juga jadi pilihan. Kalau buku kesukaanku adalah novel, agama, dan pengembangan diri, tapi belakangan mulai sering baca tentang motivasi juga. Sedangkan film kesukaanku drama dan action, serial drama Korea juga suka.
Aku paling betah di rumah. Tempat favoritku adalah kamar dan dapur. Di kamar aku bisa baca, nulis, nonton film, dengerin lagu, atau santai. Kalau di dapur aku bisa bereksperimen masak atau bikin roti, mulai dari sekedar coba-coba sampai yang serius bikin.