Me and Family
Aku lahir pada tanggal 15 Juli
1985 sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara. Kakakku 2 perempuan (nomor 1 dan 3)
dan 1 laki-laki (nomor 2). Papiku seorang wiraswasta dan Mamiku seorang ibu
rumah tangga. Aku asli orang Jawa, kedua orang tuaku berdarah Solo – Jawa
Tengah.
Dari lahir sampai kuliah S1, aku
tinggal di Solo bersama keluarga. Lulus kuliah, aku melanjutkan S2 dan bekerja
di Jogja. Aku tinggal bersama kakak sulungku. Weekdays aku di Jogja dan weekend
pulang ke Solo. Selama masih memiliki orang tua, kewajibanku adalah
berbakti dan menemani mereka selagi aku masih bisa.
Me and Life
Aku orang yang tertutup, terutama
untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Aku bukan tipe orang yang mudah untuk
membuka diri kepada orang lain. Dari sahabat-sahabat dekat yang aku miliki,
hanya satu-dua yang benar-benar tau tentang kehidupan pribadiku. Karena bagiku
itu adalah privasi. Aku lebih suka menyimpan kisah hidupku untuk diriku
sendiri.
Seperti manusia lainnya, aku
punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihanku biar orang lain yang menilainya
sendiri. Kalau kelemahanku itu moody, pelupa, kaku untuk hal-hal tertentu, dan
tidak mudah memulai komunikasi dengan orang baru.
Hobiku ada banyak: membaca,
menyanyi, nonton film, memasak, mendengarkan lagu, jalan-jalan, dan menulis. Aku
tidak bisa lepas dari musik, setiap hari pasti mendengarkan lagu. Lagu yang
sering aku dengarkan pop dan instrument,
tapi RnB dan jazz kadang juga jadi pilihan. Kalau buku kesukaanku adalah novel,
agama, dan pengembangan diri, tapi belakangan mulai sering baca tentang
motivasi juga. Sedangkan film kesukaanku drama dan action, serial drama Korea juga suka.
Aku paling betah di rumah. Tempat
favoritku adalah kamar dan dapur. Di kamar aku bisa baca, nulis, nonton film,
dengerin lagu, atau santai. Kalau di dapur aku bisa bereksperimen masak atau
bikin roti, mulai dari sekedar coba-coba sampai yang serius bikin.
Me and Friends
Aku punya banyak teman, mulai
dari teman biasa, teman baik, hingga teman dekat. Bagiku teman adalah salah
satu pelengkap yang mengisi hidup dengan keindahan. Bersama mereka, banyak
cerita yang tercipta. Ketika sudah tidak bersama dengan mereka, kenangan
kebersamaan yang pernah ada akan selalu tersimpan dalam hati. Walaupun
berjauhan, tapi akan tetap saling mengingat.
Dari banyak teman yang aku punya,
ada yang menjadi sahabatku. Dalam diri mereka aku menemukan kecocokan yang
membuat kita menjadi akrab. Dari sahabat-shabat yang aku punya, ada beberapa
yang sangat dekat denganku, bahkan sudah seperti saudara. Bersama mereka aku
bisa berbagi apa saja, menangis, dan tertawa tanpa harus merasa canggung. Aku
bisa menjadi diriku sendiri.
Me and Love
Prinsipku untuk menjalani proses penjajakan
dengan seseorang adalah dengan menjalin kedekatan. Cara itu membuatku merasa
lebih nyaman. Kalau sudah menemukan yang tepat dan hati mantap, baru memutuskan
untuk menikah. Dengan begitu aku merasa aman melakukan “kontak fisik” dengan
orang yang sudah halal untukku.
Tapi bukan berarti aku tidak
pernah dekat dengan seseorang. Aku pernah beberapa kali dekat dengan seseorang,
bahkan ada yang mengukir kisah panjang selama 8,5 tahun. Tapi sekarang semuanya
hanya menjadi teman baik. Saat sesuatu berakhir, bukan berarti harus bermusuhan
bukan? Menjaga tali silaturrahim itu kan lebih baik.
Pada akhirnya, aku yakin suatu
saat nanti akan menemukan seseorang yang tepat. Semua hanya masalah waktu,
sabar saja untuk menunggu dengan terus berdo’a dan berusaha. Aku percaya dengan
janji Allah, semua akan indah pada waktunya.
Me and
Religion
Dulu aku bukan orang yang rajin
beribadah. Sholatku masih suka bolong-bolong dan waktunya masih mepet-mepet. Tapi setelah umur 20 tahun lebih, aku
mulai merasa malu karena beribadahnya masih sesuka hati. Kemudian aku berusaha
untuk bisa sholat 5 waktu setiap hari dan jamnya tidak mepet.
Tahun 2008, aku mulai ada
keinginan untuk berhijab. Aku mulai share
dengan teman-temanku yang berhijab. Tapi keinginanku saat itu belum terlalu
kuat, aku ingin memperbaiki ibadahku lebih dulu. Aku pun mulai menjalankan
puasa Senin-Kamis, sholat Dhuha dan Tahajjud, rajin bersedekah, serta mengaji.
Aku berusaha untuk menjalaninya secara continue.
Memasuki tahun 2010, aku rajin membeli
buku agama Islam untuk menambah pengetahuan agamaku. Tepat bulan Agustus saat
puasa Ramadhan, aku mantap untuk berhijab. Menutup tubuhku dengan pakaian yang
tertutup dan membalut kepalaku dengan jilbab.
Kemantapan untuk menutup aurat
itu datang dari sebuah mimpi. Saat malam bulan Ramadhan, aku bermimpi diriku meninggal
dan saat itu belum berhijab. Dalam mimpi itu, aku (rohku) melihat diriku sudah
menjadi jenazah yang dilayat banyak orang. Lalu aku (rohku) menangis hebat dan
memohon kepada Allah untuk diberi kesempatan hidup lagi agar aku bisa berhijab
dan memperbaiki diri. Aku ingin beribadah lebih baik lagi. Lalu aku terbangun
dari tidurku dalam keadaan wajah dan bantal basah. Ternyata aku benar-benar
menangis dalam tidurku.
Setelah kesadaranku utuh, aku melihat
jam, pukul 2.30 dini hari. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan
mengambil air wudhu. Aku sholat Tahajjud dan memanjatkan do’a lama sekali. Aku
menangis ketika bermunajat kepada Allah. Saat itu aku membulatkan tekad dan
memantapkan hatiku untuk berhijab.
Keesokan harinya di hari pertama puasa
Ramadhan (Agustus 2010), aku “lahir” menjadi manusia baru dengan penampilan yang tertutup. Aku
sangat yakin dengan keputusanku. Aku pun berjanji dalam hati untuk selamanya
seperti itu. Bismillah semoga aku
bisa istiqomah.
Waktu terus berputar dan Alhamdulillah aku sangat nyaman dengan
penampilan tertutup ini, walaupun aku menyadari masih banyak kekurangan dalam
diriku. Aku belum bisa mengenakan gamis atau pakaian yang longgar dan jilbab
yang besar untuk sehari-hari. Dalam pergaulan pun aku belum bisa tidak
bersentuhan (tangan) dengan lawan jenis. Ibadahku belum sempurna dan
pengetahuan agamaku juga masih kurang.
Tapi dalam diriku selalu ada
keinginan untuk terus memperbaiki ibadah dan memperbaiki diri. Setiap hari aku
terus belajar untuk menjadi lebih baik. Aku banyak membaca, mendengarkan, dan
bertanya agar pengetahuan agamaku terus bertambah. Karena menjadi seorang
muslimah yang sholeha adalah impianku.
Me and
Education
Aku sekolah di TK Islam NDM, SD
Muhammadiyah 1, SMP Negeri 1, dan SMU Negeri 1. Dalam bidang akademik, aku
biasa saja. Saat di bangku SD aku sering masuk rangking 10 besar, tapi saat SMP
dan SMU tidak.
Tahun 2003 aku lulus SMU dan
melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum UNS. Masa perkuliahan aku tempuh selama 3
tahun 9 bulan dengan IPK 3,3. Bulan Pebruari 2008, aku melanjutkan S2 Magister
Hukum dengan konsentrasi Bisnis di UGM. Masa perkuliahan lancar selama 3
semester. Tapi tesis mengalami kendala karena pembimbingnya yang super duper susah,
sehingga memakan waktu 2 tahun. Aku pun harus rela lulus dalam waktu 4 tahun,
masa perkuliahan yang cukup lama untuk S2.
Di bulan yang sama Pebruari 2008,
aku juga mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) selama 2 bulan di
UII. Kemudian magang dan mengikuti ujian Advokat PERADI. Alhamdulillah ujian yang terkenal sangat susah (kuota kelulusan
tidak mencapai 50%) itu berhasil aku lewati. Aku lulus hanya dalam 1 kali ujian
saja. Banyak peserta lain yang harus mengulang ujian, bahkan ada yang
berkali-kali baru bisa lulus.
Setelah ini aku masih menyimpan
impian untuk sekolah lagi, entah di luar bidang hukum, melanjutkan S3, atau mengikuti
kursus. Karena ilmu itu sangat luas, tidak ada batasan bagi siapapun untuk mencarinya.
Ilmu adalah bekal hidup bagi manusia di dunia dan akhirat.
Me and Job
Tahun 2009 aku lulus ujian
Advokat PERADI, tapi belum bisa dilantik karena umurku belum cukup. Baru pada bulan
Desember 2011, aku resmi dilantik sebagai Advokat di Semarang oleh Ketua DPP PERADI
dan disumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Semarang.
Saat ini aku belum mendirikan
kantor sendiri, aku masih ikut di kantor seorang Advokat senior di Yogyakarta.
Alasannya karena aku masih ingin menimba ilmu dan mengumpulkan pengalaman untuk
mematangkan diri. Setelah nanti benar-benar siap, aku akan mandiri dengan membuka
kantor sendiri.
Aku juga memiliki keinginan lain.
Aku ingin punya bisnis atau usaha lain di luar bidang hukum. Karena aku
menyukai kuliner, aku bercita-cita membuka restoran dan bakery. Tapi kemampuanku di dapur masih terbatas, jadi aku akan
mengikuti kursus terlebih dahulu dan mencari chef yang handal sebelum memulai bisnis kuliner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar