Ada seorang tokoh perempuan yang patut kita
teladani karena kemandiriannya, dialah Siti Khadijah, istri pertama Nabi
Muhammad SAW. Beliau adalah sosok perempuan agung yang
cerdas, teguh, dan berperangai luhur. Terlahir dalam keluarga yang kaya dan
memiliki almarhum suami yang juga kaya, menjadikan Siti Khadijah sebagai wanita
terkaya di kalangan bangsa Quraisy.
Namun
kekayaan yang berlimpah tidak lantas membuat Beliau terlena dan lupa diri.
Justru Beliau menjadi perempuan yang ulet dalam mengelola bisnisnya. Bahkan Beliau pernah menjalin kerja sama bisnis ke
negeri Syam. Di samping kesibukannya mengurusi perniagaannya,
Beliau tetap memprioritaskan mendidik anak-anaknya. Karena baginya keluarga
tetaplah yang utama.
Ketika
Siti Khadijah kemudian menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Beliau tetap berbisnis
dan melanjutkan perniagaannya tanpa pernah sekalipun melalaikan tugasnya
sebagai istri dan ibu. Bahkan harta dari
dari hasil jerih payah Beliau itu sangat banyak membantu dalam dakwah
Rasulullah SAW di masa awal, dimana kala itu belum ada sumber-sumber dana
penunjang dakwah yang bisa diandalkan. Satu-satunya sumber sebagai donator
yaitu dari istri Rasulullah SAW sendiri.
Sebagai kaum hawa, Siti Khadijah telah
membuktikan bahwa dirinya mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan
baik serta memajukan bisnisnya dengan
kedua tangannya. Profesinya sebagai
pebisnis yang sukses dan ibu rumah tangga, mampu dijalaninya dengan baik tanpa
harus mengorbankan salah satunya.
Hikmah yang dapat diambil dari kisah Siti
Khadijah adalah keuletannya, kesungguhannya, kecerdasannya, dan ketelitiannya
dalam menjalankan usaha perdagangan. Tetapi semua usahanya itu
tidaklah menjadikan dirinya semata-mata untuk kesenangan yang bersifat
keduniawian semata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Siti Khadijah dengan rela
memberikan hartanya untuk kepentingan dakwah Rasulullah SAW. Dan hal itu, Beliau lakukan sampai ajal
menjemputnya.
Dalam kisah Siti Khadijah tersebut, Allah SWT telah mengabadikan teladan bagi kaum perempuan. Siti Khadijah adalah perempuan yang cerdas, ibu rumah tangga yang amanah,
pendidik bagi anak-anaknya, pengusaha yang sukses, dan pejuang di jalan Allah SWT.
Maka kita sebagai makhluk Allah SWT, sudah seharusnya jika mencontoh dan
mengikuti Siti Khadijah, karena bekerja merupakan ibadah yang sangat memiliki
nilai pahala. Islam dan agama lain tidak pernah menghalangi kaum perempuan
untuk produktif dalam mencari karunia Allah SWT
di dunia ini dengan bekerja, bahkan menganjurkan agar kaum perempuan tidak
kalah produktifnya dengan kaum laki-laki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar